Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT DIABETES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT DIABETES. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

Operasi Batriatrik Solusi untuk Penderita Diabetes




DIABETES dan kegemukan nyatanya saling terkait. Dalam banyak penelitian disebutkan, bahwa semakin berat badan seseorang maka semakin besar risiko terkena diabetes.

Sebuah penelitian yang dilakukan sejumlah dokter di Swedian dan telah dipublikasikan di New England Journal of Medicine mengungkapkan, bahwa operasi pengurangan berat tubuh ternyata bisa mengurangi resiko diabetes. Penelitian tersebut melibatkan 1.658 pasien, yang pernah menjalani operasi batriatrik, sejenis operasi pengencangan perut. Peneliti kemudian membandingkannya dengan 1.771 penderita obesitas yang hanya menggunakan metode lain untuk mengobati penyakit mereka.

Pada awal penelitian, tidak satu pun dari pasien yang menderita diabetes. Tetapi setelah hampir 10 tahun, penelitian yang dipimpin oleh Dokter Lars Sjostrom dari Sahlgrenska University Hospital di Gothenburg, Swedia, ternyata hanya 110 orang penderita diabetes yang pernah menjalani operasi. Sementara 392 pasien lainnya yang tidak menjalani operasi akhirnya menderita diabetes.

Para peneliti kemudian menyimpulkan, bahwa operasi terhadap obesitas bisa mengurangi resiko diabetes hingga 78 persen. Sementara dalam riset lain yang dilakukan Mitchell Roslin, seorang pakar operasi bariatrik pada Lenox Hill Hospital di New York, AS, menyatakan tidak sepakat dengan Jacobs. Menurutnya, jika hanya itu pilihan yang tersedia maka para petugas medis harus menerima resiko. Biayanya yang harus dikeluarkan memang sangat mahal. 

Minggu, 23 September 2012

Penderita Diabetes & Kolesterol Tinggi Rentan Impotensi




DI masa muda, tidak ada pria yang khawatir terhadap bagaimana timbulnya ereksi. Dia langsung mengalami ereksi dan tidak pernah khawatir penisnya akan mengecewakannya. Tapi, ereksi adalah kejadian fisiologis yang rumit dan banyak hal bisa berlangsung dengan tidak semestinya.

Ketika Anda tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi, itulah yang dinamakan impotensi. Jangan panik, ini seringkali terjadi. Walaupun kenyataannya, satu dari 10 pria berusia 21 tahun ke atas mengalami impotensi, hanya sedikit pria yang mengetahui bagaimana terjadinya. Demikian diungkapkan pakar parenting dr. Miriam Stoppard dalam bukunya berjudul Panduan Kesehatan Keluarga.

Ada dua jenis impotensi (disfungsi ereksi), yaitu disfungsi ereksi primer dan disfungsi ereksi sekunder. Disfungsi ereksi primer terjadi sejak awal, yang berarti sejak awal penderita tidak mampu mencapai dan mempertahankan ereksi penis yang cukup, sehingga tidak mampu melakukan sanggama dengan baik.

Penderita disfungsi ereksi sekunder pada awalnya dapat mencapai ereksi penis yang cukup dan dapat melakukan senggama dengan baik. Tapi karena sesuatu kemudian terjadi gangguan, sehingga tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan sanggama.

Hubungan antara disfungsi ereksi dengan ketidaksuburan pria (infertilitas pria) sendiri terletak pada tiga faktor. Pertama, kesulitan dalam mendepositkan air mani (semen) yang mengandung sperma ke dalam liang vagina istri. Kedua, biasanya frekuensi hubungan intim pria yang mengalami impotensi jauh berkurang.

“Yang ketiga, pada kasus-kasus hipogonadotropik atau hipogonadisme dapat menyebabkan terganggunya produksi sperma (spermatogenesis) yang diketahui ketika dilakukan pemeriksaan laboratorium sperma terjadi penurunan kuantitas sperma,” tutur  dr. Anton Darsono Wongso, MM, MH, SpAnd, Spesialis Andrologi RS Awal Bros Tangerang yang ditemui Okezone secara eksklusif, belum lama ini.

Dikatakan dr. Anton, disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh faktor psikis (psikogenik) atau fisik. Faktor psikis yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi meliputi semua faktor dalam semua periode kehidupan, yaitu periode anak-anak, remaja, dan dewasa. Hal itu antara lain:
-  Faktor perkembangan, misalnya dominasi orangtua, konflik orangtua-anak, trauma masa kecil, dan pengalaman seksual pertama kali.
-  Faktor afektif, misalnya kecemasan, rasa bersalah, takut hamil
-  Faktor antar personal, misalnya komunikasi tidak baik, kejenuhan, hilangnya daya tarik fisik
-  Faktor kognitif, misalnya informasi yang salah (mitos).
-  Faktor lain-lain, misalnya ejakulasi dini dan penyimpangan seksual (deviasi seksual).

”Sementara secara fisik, disfungsi ereksi bisa terjadi karena adanya gangguan anatomik, gangguan jantung, dan sistem pernafasan, gangguan ginjal, gangguan hormon, gangguan saraf, gangguan pembuluh darah, dan gangguan darah,” urai dr. Anton.

Beberapa contoh penyakit yang dapat mengakibatkan disfungsi ereksi ialah penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang dapat merusak saraf dan pembuluh darah penis, kolesterol tinggi, gangguan pembuluh darah, misalnya karena merokok dan menurunnya kadar hormon androgen.

Di samping itu, terdapat beberapa macam obat dan operasi yang dapat juga menyebabkan disfungsi ereksi, misalnya alkohol yang berlebihan, beberapa obat tekanan darah tinggi, hormon estrogen, beberapa obat penenang, operasi prostat, dan penis.

sumber : health.okezone.com

Senin, 10 September 2012

Manfaat Mahkota Dewa


Tumbuhan dengan nama ilmiah Phaleria macrocarpa di kenal juga dengan nama simalakama (Melayu/Sumater), Makuto Dewo (Jawa). Tanaman ini berasal dari Papua dan sudah terkenal berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit, seperti: Diabetes Mellitus, Kanker dan Tumor, Hepatitis, Rematik dan Asam urat

1. Diabetes Mellitus 
Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Ambil 5-6 buah mahkota dewa, iris dan cuci bersih.
- Rebus bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, minum 3 kali sehari (masing-masing 1 gelas)

2. Kanker dan Tumor
Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Campur 5 gram daging buah mahkota dewa kering dengan 15 gr temu putih, 10 gr sambiloto kering dan 15 gr cakar ayam kering, cuci bersih semua bahan
- Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas. Ramuan diminum 1 jam sebelum makan

3. Hepatitis
Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Campur 5 gram daging buah mahkota dewa kering dengan 15 gr pegagan, 10 gr sambiloto kering dan 15 gr daun dewa, cuci bersih semua bahan
- Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

4. Rematik dan Asam urat
Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Campur 5 gram daging buah mahkota dewa dengan 15 gr akar sidaguri, 10 gr sambiloto kering, cuci bersih semua bahan
- Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas. Ramuan diminum 1 jam sebelum makan

Rabu, 05 September 2012

Brokoli, Penting Bagi Penderita Kencing Manis



Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengindikasikan brokoli memiliki zat penting yang mampu memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak akibat kencing manis atau diabetes.
Zat yang bernama sulforaphane diyakini memiliki peran besar dalam memulihkan kembali pembuluh darah. Seperti dimuat di Jurnal Diabetes, sulforaphane mampu merangsang produksi enzim-enzim yang dapat melindungi pembuluh darah dan menurunkan molekul-molekul yang menyebabkan kerusakan sel-sel secara signifikan. Sayuran-sayuran jenis brassica seperti brokoli sebelumnya memang berkaitan dengan rendahnya risiko serangan jantung dan stroke.
Orang yang mengidap kencing manis (diabetes) tercatat memiliki risiko lebih besar hingga lima kali lipat mengidap penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke, yang keduanya berkaitan dengan kerusakan sel-sel pembuluh darah.
Dalam risetnya, tim dari Universitas Warwick, menguji pengaruh  sulforaphane dalam sel-sel pembuluh darah yang rusak akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia), yang berkaitan erat dengan diabetes. Mereka mencatat adanya 73 persen reduksi molekul tubuh yang disebut Reactive Oxygen Species (ROS). Hiperglikemia dapat menyebabkan kadar ROS meningkat tiga kali lipat dan tingginya kadar molekul ini bisa merusak sel-sel tubuh.
Peneliti juga menemukan bahwa sulforaphane mengaktivasi sejenis protein dalam tubuh yang disebut  nrf2, yang dapat melindungi sel-sel dan jaringan dari kerusakan dengan cara mengaktivasi antioksidan dan enzim-enzim detoksifikasi.
"Riset kami mengindikasikan bahwa zat seperti sulforaphane dalam brokoli dapat membantu menghadang proses yang berhubungan dengan perkembangan penyakit pembuluh darah dalam diabetes. Ke depan, penting artinya untuk menggelar penelitian untuk menguji apakah mengonsumsi sayuran brassica memberikan faedah bagi pasien diabetik. Kami berharap itu akan terjadi," ujar pimpinan riset, Professor Paul Thornalley.

Diabetes Mellitus Bisa Disembuhkan?



Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit di mana kadar glucosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara cukup. Kurang lebih 30% penderita Diabetes Mellitus disebabkan karena faktor genetik, dan 70% lainnya disebabkan faktor psikis, pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi, serta over weight.
Dari hasil survey, 80% orang terkena Diabetes Mellitus meninggal dunia karena penyempitan pembuluh darah di jantung, dan lebih dari 75% meninggal karena komplikasi. Aktivitas fisik yang kurang dapat menyebabkan LDL tinggi, kadar gula darah tinggi dan tidak bagus juga untuk kesehatan jantung, hal ini menyebabkan homo diabeticus.
Gangguan toleransi gula pra diabetes, dapat terjadi jika kadar gula darah sewaktu 150-180 mg/dl. Hal ini disebabakan karena kelainan reseptor insulin jumlahnya berkurang di otot rangka, akibat terhalang oleh sel-sel lemak sehingga hormon insulin tidak dapat masuk sel akibatnya gula tidak dapat masuk sel dan sel menjadi cepat rusak terutama sel-sel pembuluh darah. Jika hal ini berlangsung 5-10 tahun lagi dapat menyebabkan Diabetes Mellitus type 2. Yang berbakat terkena Diabetes Mellitus yaitu: orang tua yang diabetes, melahirkan bayi > 4,5 kg, gula darah puasa 100-125 mg/dl dan gula darah sewaktu 140-199 mg/dl.
Tentunya Bapak dan Ibu menginginkan hidup yang lebih sehat, karena Diabetes Mellitus tidak dapat sembuh, tetapi Diabetes Mellitus dapat dikendalikan dengan perencanaan makanan,  Olahraga yang rutin dan minum obat Diabetes Mellitus bila perlu.
Sumber: dr.A.Haris Tri Prasetyo,Sp.PD, 07 Maret 2009, NFL

Beragam Penyebab Loyonya Mr.P



Selaras dengan kondisi tubuh, fungsi organ seksual tidak selamanya dalam kondisi bugar. Ada kalanya kemampuan ereksi bisa padam. Meski hanya sesekali waktu, seorang pria pasti pernah mengalami disfungsi ereksi atau impotensi.
Namun perlu diwaspadai jika gangguan ini menetap, karena kehidupan seksual pastinya akan terganggu selain harga diri seorang pria pun dipertaruhkan. Maklum saja, kemampuan ereksi erat kaitannya dengan masalah "kejantanan" pria.
Paling tidak, ada tiga tahap penting untuk terjadinya ereksi. Pertama adalah rangsangan seksual, yang bisa berasal dari indra penglihatan, pendengaran, perabaan atau pikiran.
Tahap kedua adalah komunikasi rangsangan seksual dari saraf otak ke saraf penis. Tahap selanjutnya adalah menjadi rileksnya pembuluh darah yang mensuplai penis sehingga membuat darah lebih banyak masuk ke dalam struktur silinder sehingga penis menjadi tegang.
Jika terdapat gangguan pada salah satu atau beberapa tahapan ini, maka impotensi atau disfungsi ereksi akan rawan terjadi.
Beragam penyebab
Penyebab gagalnya ereksi secara garis besar dibagi menjadi dua, yakni faktor fisik dan non fisik. Faktor non fisik atau psikis antara lain trauma masa kecil, stres, dan kecemasan. Apa pun yang membuat seorang lelaki stres dan tidak bisa rileks, dapat membuat vitalitas seksualnya padam.
Sementara itu, kondisi lain yang dapat menyebabkan penis tidak bisa berfungsi adalah komplikasi penyakit. Misalnya gangguan saraf akibat diabetes, kelainan pembuluh darah, obat-obatan tertentu atau gangguan hormonal.
Obat darah tinggi dalam jangka panjang misalnya, juga bisa membuat penis loyo. Oleh karena itu, usahakanlah untuk menurunkan tekanan darah tanpa meminum obat.
Penyakit penyebab penis tidak bisa mengeras bukan hanya diabetes, melainkan juga obesitas atau kegemukan. 
Menurut pakar andrologi, Prof. dr. Wimpie Pangkahila, secara umum obesitas akan menyebabkan perubahan pada total jumlah darah dan fungsi dari jantung. Distribusi lemak di sekitar dada dan daerah perut dapat membatasi proses pernapasan dan peredaran darah, yang pada akhirnya akan mengubah fungsi dari respiratori.
Perubahan ini, kata Wimpie, akan menurunkan fungsi dari organ-organ yang berkaitan dengan fungsi seksual yang pada akhirnya menghasilkan gangguan ereksi.
Sementara itu menurut corporate health trainer dr.Phaidon L.Toruan  obesitas dapat menurunkan produksi hormon pria atau testosteron dan free testosteron (bentuk aktif dari hormon testosteron).  Kondisi ini, menurut Phaidon dapat meningkatkan peluang terjadinya disfungsi ereksi. 
"Obesitas meningkatkan berbagai faktor risiko yang berhubungan dengan turunnya testosteron sepertiobstructive sleep apnea (penyumbatan saluran nafas waktu tidur), resisrensi insulin (diabetes), dan penyakit sindroma metabolik. Pernyataan tentang ini dibuat Andret Guay dari Harvard Medical School yang dipublikasikandi Journal Andrology tahun 2009," ujarnya.  Solusi untuk mengatasi kelebihan lemak yang memicu obesitas, kata Phaidon,  adalah dengan melakukan olahraga secara teratur dan mengatur diet. Penggunaan tambahan hormon, seperti hormon testosteron pada pria adalah salah satu alternatif untuk mempermudah usaha.

Selasa, 04 September 2012

Manfaat Buncis Bagi Kesehatan, Dapat Menyembuhkan Diabetes



Selain sebagai sayur, ternyata buncis juga sangat bermanfaat untuk kesehatan kita.
Di dalam buncis terkandung zat yang dinamakan “B-sitosterol dan stigmasterol”.
Hanya dalam waktu setengah jam bisa menurunkan kadar gula dalam darah hingga batas normal.

Kedua zat inilah yang mampu meningkatkan produksi insulin. Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan secara alamiah oleh tubuh kita dari organ tubuh yang dinamakan pankreas. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah.  Seseorang mengalami diabetes melitus bila pankreas hanya sedikit menghasilkan insulin atau tidak mampu memproduksi sama sekali. Ternyata dua zat tadi mampu merangsang pankreas untuk meningkatkan produksi insulinnya.

Selain dua zat tadi, diperoleh data bahwa dari 100 gram ekstrak buncis terkandung karbohidrat 7,81 persen, lemak 0,28 persen, protein 1,77 persen, serat kasar 2,07 persen, dan kadar abu 0,32 persen. Bagi dunia kedokteran dan farmasi, penemuan ini tentu bisa dijadikan referensi untuk membuat obat diabetes dengan mengekstrak buncis. Tentunya banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat, karena obat diabetes akan lebih murah dan mudah didapat dengan banyaknya bahan yang tersedia.

Bagi masyarakat, penemuan ini bisa melegakan hati banyak orang pengidap diabetes melitus, khususnya mereka dari kalangan tidak mampu.

Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun. Pengolahannya pun tidak sembarangan. Manfaat buncis lebih terasa bila dimakan sebagai lalapan. Kalau dimasak dalam bentuk oseng-oseng, dengan tambahan daging, tentunya sama saja. Berbahagialah mereka yang kerap makan lalapan buncis. Ternyata selain manis, buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan penyakit kencing manis.

Tolong sampaikan kepada orang yang anda sayang

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India