Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT KANKER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT KANKER. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 September 2012

Pengobatan-pengobatan Kanker yang Terbukti Secara Medis




 Pengobatan medis pada kanker sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa puluh tahun yang lalu, namun sampai saat ini belum terdapat pengobatan yang dapat menyembuhkan secara tuntas. Karena putus asa, bahkan banyak orang mencoba berbagai terapi alternatif yang diklaim dapat menyembuhkan.

Pada prinsipnya pengobatan kanker yang ada saat ini adalah menyembuhkan secara lokal di daerah tempat tumbuhnya (Local Control) dan berupaya agar tak menyebar ke tempat lain.

"Tidak ada obat yang bisa membunuh semua sel kanker. Sampai saat ini masih diteliti," jelas Dr Dradjat Ryanto Suardi, SpB(K) Onk, Ketua Umum PP Perhimpunan Onkologi Indonesia, saat dihubungi detikHealth, Rabu (26/9/2012).

Kesulitan terapi terhadap kanker adalah karena sel kanker berasal dari sel tubuh sendiri yang berubah sifat menjadi tidak terkontrol pertumbuhannya. Sehingga setiap pengobatan yang ditujukan kepada sel kanker akan berpengaruh terhadap sel tubuh normal.

Kesulitan lainnya, daya ikat antar sel (kohesi) yang rapuh sehingga sel kanker dapat dengan mudah terlepas karena tekanan yang ringan atau dapat pula melepaskan diri secara spontan.

Selain itu pada dinding sel terdapat enzim protease yang dapat mencerna protein sehingga sel kanker dapat dengan mudah menyelusup di antara jaringan tubuh di sekitarnya, bahkan dapat masuk ke pembuluh limfe atau pembuluh darah sehingga menyebar ke organ lain.

"Namun demikian pengobatan terhadap kanker terus berkembang dan dibuktikan bahwa bila pengobatan dilakukan dengan tepat dan pada stadium dini, maka penyakit kanker dapat dikontrol sehingga penderita kanker dapat hidup normal dan meninggal karena akibat lain dan bukan karena kankernya," lanjut dokter yang kini menjabat sebagai Ketua Tim Penanggulangan Kanker RS Hasan Sadikin/FK Unpad Bandung.

Menurut Dr Dradjat, berikut terapi-terapi kanker yang terbukti secara medis:

1. Terapi Operatif (terapi lokal)
Terapi lokal dapat terbagi menjadi 2 kelompok. Pertama adalah terapi operatif dan terapi non operatif. Satu-satunya terapi yang dapat mengangkat tumor secara lengkap dengan daerah infiltrasinya hanyalah operasi. Tidak ada tindakan lain yang dapat mengangkat tumor secara lengkap selain operasi.

Namun operasi hanya berhasil baik bila kanker dapat diangkat secara utuh beserta daerah penyebaran lokalnya, karena itu penting untuk menentukan apakah kasusnya masih 'operable' atau tidak.

"Oleh karena itu seorang pasien seharusnya merasa senang bila akan di operasi karena itu menandakan penyakit kankernya masih dapat dikontrol secara lokal dan belum menyebar jauh. Bila terapi bedah dilakukan secara baik dan dilakukan oleh seorang yang mengerti benar mengenai pertumbuhan kanker serta pada saat yang dini, maka secara lokal kanker itu dapat disembuhkan," tegas Dr Dradjat.

2. Terapi Radiasi (terapi lokal)
Terapi lokal lain adalah terapi radiasi. Radioterapi menggunakan sinar pengion sehingga sel kanker dapat dihancurkan. Sayangnya, dengan cara ini tak dapat menghancurkan seluruh sel kanker karena mengikuti kaidah 'log cell kill', sehingga membunuh secara logaritmik yang mengakibatkan selalu ada sel kanker yang tersisa.

Tingkat kedalaman radiasi pun terbatas sehingga untuk kanker dengan ukuran besar radiasi tak akan dapat bermanfaat baik. Saat ini berkembang radiasi dengan alat khusus seperti 'linear accelerated' dengan daya tembus yang lebih dalam dan tidak terlalu menyebar sinarnya, sehingga daerah yang diradiasi akan lebih tepat.

3. Kemoterapi (terapi sistemik)
Terapi sistemik adalah terapi melalui infus sehingga obat dapat masuk ke seluruh sistem di tubuh. Kemoterapi termasuk terapi sistemik yang paling sering digunakan.

Kemoterapi dapat bersifat sebagai pelengkap (Adjuvant) terhadap operasi sehingga operasi akan mengontrol secara lokal, sedangkan kemoterapi mengontrol sel-sel kanker yang sudah menyebar ke tempat lain. Kemoterapi dapat juga bersifat sebagai terapi utama yaitu bila kanker sudah menyebar dan secara lokal pun sudah tidak dapat di operasi lagi.

Saat ini berkembang cara kemoterapi yang disebut 'Neo Adjuvant'. Dengan cara ini kemoterapi sebagian diberikan sebelum operasi (biasanya 3 siklus) dengan tujuan mengecilkan kanker yang besar sehingga operasi dapat dilakukan dengan baik yaitu mengengkat seluruh tumor beserta infiltrasi lokalnya. Sisanya 3 siklus lagi diberikan setelah operasi.

Kemoterapi dapat pula diberikan secara paliatif dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dan bukan dengan tujuan menyembuhkan. Ketidaknyamanannya adalah efek samping yang cukup berat.

4. Terapi hormonal (terapi sistemik)
Pada kanker yang sensitif terhadap hormon seperti kanker prostat dan kanker payudara, maka bila terdapat reseptor hormonal yang positif dapat dilakukan terapi hormonal.

Caranya adalah dengan memberikan tablet atau suntikan anti-hormon sehingga tercipta suasana tubuh yang tidak nyaman untuk pertumbuhan sel kankernya. Terapi hormonal biasa diberikan sebagai adjuvant namun pada keadaan lanjut dapat diberikan secara paliatif.

5. Imunoterapi (terapi sistemik)
Terapi lain secara sistemik adalah imunoterapi, yaitu dengan menyerang sel kanker melalui sistem imun. Cara ini cukup efektif dan dengan efek samping yang ringan namun hanya secara spesifik menyerang 'sekelompok' sel kanker sehingga tidak semua sel kanker dapat dihancurkan.

Selain itu, cara ini membutuhkan biaya besar. Dengan cara ini berbagai upaya yang dikembangkan antara lain menyerang sistem yang mengatur pertumbuhan sel kanker atau dengan menghambat sistem aliran darah terhadap sel kanker. Dengan demikian kelompok sel kanker yang mempunyai tanda tertentu ('marker' atau 'receptor') dapat dijadikan target pengobatan dengan cara ini.

6. Trans Arterial Chemo Embolisasi (TACE)
Cara ini menggunakan kemoterapi juga namun biasanya obat kemoterapi diinfuskan ke pembuluh vena sehingga mengikuti aliran ke seluruh tubuh. Dengan cara TACE ini kemoterapi disuntikkan ke pembuluh darah arteri sehingga efeknya terjadi lokal dan dosis pun dapat dikurangi.

Kekurangan cara ini adalah apabila pembuluh arterinya banyak maka akan kurang efektif. Cara ini efektif pada organ dengan mempunyai pembuluh arteri utama sedikit sehingga efek terhadap organ tersebut dapat maksimal dengan efek samping minimal, seperti liver (hati).

7. Cryosurgery
Cara ini menggunakan alat yang dapat menurunkan temperatur setempat pada daerah yang dituju sehingga sel-sel menjadi rusak. Dapat dilakukan pada tumor besar sehingga tidak memerlukan operasi namun dengan tujuan paliatif sehingga hanya untuk mengecilkan massa tumor saja dan bukan untuk menyembuhkan.

Dengan cara ini tidak dapat ditentukan apakah batas-batasnya sudah bebas tumor atau belum, sehingga sangat berbeda dengan operasi di mana dapat memeriksa batas-batas operasi untuk meyakinkan bahwa tepi sayatan sudah bebas tumor atau belum.

Pengobatan komplementer atau alternatif?

Arti kata alternatif tersebut adalah pengganti. Sehingga orang menggunakan terapi alternatif sebagai pengganti pengobatan secara medis. Terapi alternatif ini menjanjikan penyembuhan dengan metode pengobatan sederhana dengan cara minum ramuan, dipijat, akupuntur, ditotok ataupun dengan metode yang tak dapat dicerna oleh akal sehat seperti penyakitnya dipindahkan ke binatang, mengonsumsi racun ular, disengat lebah bahkan terlebih aneh lagi ada yang mengonsumsi urine sendiri.

"Hal ini tentunya dilakukan dengan harapan dapat sembuh dengan tidak perlu dioperasi atau diradiasi terlebih lagi di kemoterapi. Namun setelah terbukti terapi alternatif tersebut gagal, maka dengan mudahnya pemberi jasa pengobatan alternatif memakai alasan tidak berjodoh atau tidak cocok," pungkas Dr Dradjat.

Padahal biaya yang dikeluarkan oleh penderita tidak kecil, dikatakan jasanya gratis tetapi harus membeli ramuan yang berharga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Bukti yang diperoleh pun hanyalah bukti testimonial atau mitos leluhur yang tentunya bukan merupakan dasar yang kuat untuk orang yang mau berpikir.

Agar masyarakat mendapatkan pengobatan yang benar-benar bermanfaat, maka perlu dilakukan metode yang terstruktur dan terukur seperti uji klinis dengan berbagai tingkatan, sehingga dapat dibuktikan bahwa dimanapun pengobatan dilakukan asal dengan metode yang sama akan mencapai hasil yang sama pula.

Sebenarnya pengobatan medis juga menggunakan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan, seperti contohnya obat kemoterapi Paclitaxel berasal dari kulit pohon sejenis pinus yang disebut Taxus Baccata di Amerika dan Taxus Chinensis di Asia. Contoh lain Vincristine berasal dari bunga Vinca Rossea dari Madagaskar. Tetapi kemudian dicari dan dipisahkan zat aktifnya sehingga dapat ditentukan dosisnya secara akurat.

Sebaliknya, pengobatan alternatif menggunakan herbal dengan tanpa mengetahui zat aktifnya langsung dipasarkan ke masyarakat.

"Sebenarnya hal ini sangat tidak etis, karena bahkan sudah dikonsumsi manusia sebelum uji binatang. Walaupun telah diuji di laboratorium tentang kandungannya, tetapi zat aktifnya belum diketahui dan disaripatikan, belum diukur kadarnya, belum ditentukan dosisnya, belum diketahui efek sampingnya. Sungguh hal ini amat memprihatinkan karena masyarakat langsung tergiur oleh harapan betapa sederhananya pengobatan tersebut, padahal sungguh tak masuk akal bila benar-benar ingin mengkajinya dengan akal sehat," papar Dr Dradjat.

Di mancanegara pun berkembang pula penelitian tentang terapi alternatif seperti herbal, akupunktur, hipnose dan banyak lagi lainnya, tetapi hanya digunakan untuk menunjang terapi medis seperti untuk mengurangai rasa sakit, mengurangi mual, meningkatkan daya tahan tubuh dan memulihkan nafsu makan yang menurun tetapi belum pernah ada yang khusus ditujukan untuk pengobatan kanker secara mandiri.

Bahkan Traditional Chinese Medicine pun di negaranya digabung dengan metode pengobatan barat. Di Belanda lebih kurang 10% pasien datang ke pengobatan alternatif selain ke dokter, sedangkan di Indonesia mungkin lebih dari separuh pasien kanker menjalani juga pengobatan alternatif.

Di Indonesia terdapat 9600 jenis tanaman obat tetapi yang dimanfaatkan baru 350 jenis sedangkan yang sudah diuji klinis sehingga disebut fitofarmaka baru 5 jenis yang tidak satupun indikasinya terhadap kanker. Ujiklinis terhadap tanaman obat itu penting dilakukan bukan untuk mempersulit pengembangan pengobatan alternatif tetapi sebagai upaya untuk menghargai hak pasien terhadap informasi yang benar dan tidak menyesatkan.

"Oleh karena itu, jadikanlah terapi lain selain medis sebagai terapi komplementer yaitu untuk melengkapi terapi medisnya misalnya untuk meningkatkan keadaan umumnya, menambah nafsu makan. Kalau memang percaya bahwa terapi herbal, terapi tradisional dapat menyembuhakan, maka gunakanlah setelah terapi medis yang sudah jelas buktinya secara statistik mengenai prosentase kesembuhannya dan bukan hanya testimonial yang belum tentu benar, tutup Dr Dradjat.
 
sumber: health.detik.com

Waspadalah! Orang-orang Ini Berpotensi Kena Kanker




Setiap orang yang tidak menjalani hidup sehat punya potensi untuk diserang kanker. Tapi potensi lebih besar bisa mengincar orang-orang yang tinggal atau hidup di lingkungan tertentu.

"Ada banyak faktor risiko yang menyebabkan kanker, mulai dari bawaan genetik, lingkungan, bahan kimia di sekitar, kebiasaan makan tak sehat, kurang olahraga, serta penyebab tidak langsung dari infeksi, hepatitis dan HIV," jelas Dr Ronald Hukom, SpPD, KHOM, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (27/6/2012).

Setiap orang-orang dengan faktor risiko tersebut berpotensi untuk terkena kanker. Tapi Dr Ronald menjelaskan ada orang-orang yang memiliki potensi lebih besar terkena kanker, yaitu:

1. Orang gemuk

Berdasarkan studi diketahui bahwa perempuan menopause yang bertubuh gemuk (obesitas) memiliki risiko 35 persen lebih tinggi terkena kanker payudara 'triple-negative' dibanding perempuan yang tidak obesitas. Kanker payudara 'triple-negative' ini tergolong jenis kanker payudara yang agresif.

Perempuan gemuk juga memiliki peningkatan risiko sebesar 39 persen terkena kanker payudara reseptor estrogen positif, yaitu suatu jenis kanker yang akan diberi makan oleh hormon estrogen.

Penyebab kegemukan sendiri seperti makanan berlemak, gorengan, kurang serat, serta kurang olahraga, juga merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker. Jadi tidak berlebihan bila orang yang bertubuh gemuk perlu lebih waspada terhadap ancaman bahaya kanker.

2. Perokok

Rokok merupakan penyebab utama dari berbagai kanker, terutama kanker paru. Kanker paru sendiri menempati urutan ketiga kanker terbanyak yang diderita orang Indonesia, khususnya oleh kaum lelaki yang perokok.

Umumnya tidak ada satu pun organ di dalam tubuh yang tidak terpengaruh oleh asap rokok, karenanya hampir semua bagian tubuh bisa rusak oleh rokok. Hal ini karena di dalam satu batang rokok mengandung 4.000 senyawa kimia yang 40 diantaranya termasuk racun (toksik) atau karsinogenik (bisa menyebabkan kanker).

3. Pekerjaan tertentu

"Kanker juga berisiko untuk orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan bahan kimia atau bahan tertentu, seperti asbes (kanker paru), pekerja tambang (kanker paru), pekerja bengkel (kanker paru), pekerja di perkebunan yang sering terpapar insektisida hama, pekerjaan lain yang terpapar radiasi berlebihan. Ini semua bisa meningkatkan risiko kanker," jelas Dr Ronald.


sumber : health.detik.com

Jangan Pernah Menyerah Melawan Kanker




Diagnosis penyakit kanker bukanlah akhir dari segalanya. Selain masih dapat disembuhkan jika terjadi pada stadium awal, ada berbagai jenis pengobatan medis yang bisa dilakukan. Tak hanya lewat medis, kondisi psikis juga dapat mempengaruhi penyakit ini.

Memang pada pasien kanker yang sudah menginjak stadium parah kemungkinan bertahan hidupnya rendah sekali. Namun bukan berarti lantas menyerah begitu saja. Jika masalahnya uang, pasien kanker sekarang tidak perlu mengkhawatirkan biaya pengobatan karena bisa ditanggung oleh Jamkesmas.

"Pada pasien yang sudah tidak dapat diselamatkan, dokter umumnya melakukan penanganan untuk mengatasi gangguan-gangguan yang menyertai kanker, misalnya nyeri akibat kanker. Jadi dokter akan berupaya agar pasien ini tidak terlalu merasa sakit, bukan lagi berupaya menyembuhkan kankernya," kata Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais kepada detikHealth, Rabu (26/9/2012).

Menurut dr Andhika, pengobatan pada pasien kanker stadium akhir perlu diberikan dengan berfokus pada quality of life dan quality of death pasien. Beberapa kondisi yang memberatkan pasien untuk beraktifitas sebisa mungkin dikelola agar tidak terlalu mengganggu.

Untuk membuat pasien lebih kuat menghadapi penyakitnya, nutrisi adalah hal yang penting karena metabolisme pasien kanker meningkat 2 kali lipat. Selain itu, dorongan moril juga penting karena tekanan psikis yang dialami pasien dapat memperburuk kondisinya.

"Penelitian menemukan bahwa stres membuat tubuh melepaskan hormon sitokin inflamasi yang memicu peradangan dan membuat kanker bertambah parah. Pasien yang lebih jarang stres ditemukan bisa bertahan hidup lebih lama dibandingkan yang stres karena hormon pemicu peradangannya lebih rendah," kata dr Andhika.

Pengobatan kanker memang bisa memakan banyak waktu dan tenaga sampai-sampai menyebabkan pasien putus asa. Namun dengan berpikir positif, pengobatan kanker bisa terasa lebih ringan dan gejala penyakitnya tidak begitu memberatkan.

Oleh karena itu, saat ini banyak dibentuk support group dan terapi kelompok bagi pasien kanker. Tujuannya adalah para pasien kanker serta mantan pasien kanker dapat saling memberikan dukungan moril kepada pasien. Dengan demikian, pasien kanker tidak merasa sendirian dan kualitas hidupnya juga akan meningkat.

sumber : health.detik.com

Kalau Masaknya Tak Benar, Kentang Goreng Bisa Picu Kanker



Cemilan yang paling enak dinikmati kalau sedang mengunjungi gerai restoran cepat saji adalah kentang goreng atau french fries. Saat sedang bersantai atau mengobrol misalnya, kentang goreng membuat suasana jadi lebihenjoy. Tapi awas, kecil-kecil begitu kentang goreng bisa memicu kanker.

Kanker sendiri memiliki banyak faktor pemicu, bisa akibat radiasi, bahan kimia hingga asupan makanan seperti keripik. Memang tidak sembarang kentang goreng yang berisiko bikin kanker. Yang berisiko adalah jenis-jenis yang sering disajikan di restoran cepat saji.

Dari hasil penelitian baru-baru ini, kentang goreng yang disediakan di gerai restoran cepat saji itu adalah yang paling besar kandungan bahan kimia karsinogeniknya. Agar dapat awet, kentang goreng kebanyakan dibekukan terlebih dahulu dan baru digoreng ketika akan disajikan. Hasilnya, renyah di luar tapi tetap mentah di dalam.

Proses memasak ini ternyata dapat mempengaruhi jumlah akrilamida, yaitu suatu zat yang dituding bersifat karsinogen. Menurut para ilmuwan dari American Chemical Association, zat ini masih terkandung dalam keripik beku yang digoreng ketika disajikan. Akrilamida merupakan zat alami yang ditemukan dalam berbagai jenis makanan, termasuk kentang.

"Proses pembuatan kentang goreng meliputi pemilihan dan pemilahan kentang, pemutihan, blanching, augmentasi gula, pengeringan, penggorengan dan pembekuan. Dengan kombinasi teknik memasak ini, dihasilkan warna, tekstur dan rasa yang diinginkan konsumen pada kentang goreng," kata Donald Mottram seperti dilansir Telegraph, Jumat (28/9/2012).

Dalam laporan yang dimuat Journal of Agricultural and Food Chemistry, Mottram menambahkan bahwa akrilamida terbentuk secara alami selama memasak berbagai produk makanan, namun pembentukan akrilamida dalam kentang goreng sebenarnya bisa dihindari.

Dari pengukuran acylamide, asam amino, gula, lemak dan zat lainnya yang bervariasi selama proses memasak, Mottram menemukan bahwa yang paling efektif untuk mengurangi akrilamida adalah mengurangi perbandingan fruktosa dengan glukosa setelah kentang dipotong untuk dibuat keripik.

"Untuk meminimalkan jumlah akrilamida dalam kentang goreng, penting untuk memahami dampak dari setiap tahap pembentukan akrilamida. Kami mengembangkan suatu model matematika berdasarkan jalur reaksi kimia saat penggorengan dan menggabungkan perbedaan kelembaban serta temperatur dalam kentang goreng," kata Mottram.

sumber: health.detik.com

5 Tanda Kanker Organ Kewanitaan yang Sering Disepelekan


Organ kewanitaan perlu mendapat perhatian serius karena rentan terinfeksi penyakit. Yang lebih berbahaya, organ reproduksi wanita juga bisa terserang berbagai jenis kanker. Sayangnya, banyak wanita yang tidak menyadari atau menyepelekan gejala kanker pada organ vitalnya itu.

Ada 5 jenis kanker yang menyerang organ reproduksi wanita atau disebut kanker ginekologi, yaitu kanker serviks, indung telur, rahim, vagina dan vulva. Namun pemeriksaan yang ada saat ini hanya dianjurkan untuk kanker serviks. Oleh karena itu, deteksi dini bergantung pada kejelian wanita mengenali gejala kankernya.

"Kebanyakan gejala kanker ini bersifat umum dan tidak menampakkan adanya bahaya. Hal inilah yang membuat kebanyakan wanita menganggap gejalanya tidak serius," kata peneliti Cynthia Gelb dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) seperti dilansir Myhealthnewsdaily.com, Senin (24/9/2012).

Dalam penelitian, Gelb dan rekan-rekannya melakukan wawancara kelompok kepada 132 orang wanita berusia 40 - 60 tahun di Chicago, Los Angeles, Miami dan New York City. Tiap kelompok terdiri atas 7 - 9 orang dan melakukan pertemuan selama sekitar 2 jam.

Setiap peserta diberi daftar 8 gejala kanker ginekologi, namun tidak menjelaskannya sebagai gejala penyakit. Peserta penelitian diminta menunjukkan gejala yang paling diperhatikan lalu kelompok akan mendiskusikan apa saja yang bisa menyebabkan gejala tersebut.

Dalam penelitian ini, ada 5 gejala yang sangat jarang diperhatikan namun berpotensi sebagai kanker, yaitu:
1. Vagina gatal atau terbakar
2. Sakit punggung atau perut
3. Merasa lelah sepanjang waktu
4. Sangat ingin buang air kecil atau sering buang air kecil melebihi biasanya
5. Kembung.

Gejala-gejala ini bukanlah hal serius yang membuat para wanita segera menemui dokter, bahkan gejala ini tidak dianggap sebagai pertanda masalah yang besar. Sebabnya, beberapa wanita ada yang sering merasa kembung ketika menstruasi. Wanita pasca-menopause juga umumnya sering buang air kecil.

"Salah satu kunci untuk mengenali gejala yang umum yang sebenarnya merupakan pertanda kanker adalah para wanita sebaiknya mengetahui apa yang normal bagi mereka," kata Gelb.

Gelb menyarankan agar para wanita memperhatikan berapa lama dan seberapa berat menstruasinya, apakah ia merasa cepat kenyang dan apakah sering sakit atau tidak. Untuk kembung dan gejala lainnya, dianjurkan agar wanita mencari perawatan jika gejalanya berlangsung selama 2 minggu lebih.

"Beberapa wanita mengaku mengalami gejala ketidaknyamanan untuk waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun tanpa mencari perawatan," kata Gelb.

sumber : health.detik.com

8 Makanan yang Pencegah Kanker Usus Besar



Sel kanker dapat tumbuh dimana saja di tubuh seseorang tak terkecuali pada usus besar. Segera perbaiki gaya hidup dengan mengonsumsi makanan sehat yang memiliki manfaat untuk mencegah kanker usus besar sebelum terlambat.

Berikut 8 makanan yang dapat melindungi Anda dari risiko kanker usus besar, seperti dilansirbesthealth, Jumat (28/09/2012) antara lain:

1. Kacang polong dan makanan lain yang tinggi folat
Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita kanker usus besar, perbanyaklah makanan yang mengandung folat, yaitu jenis vitamin B yang dapat melindungi sel DNA dari kerusakan.

Menurut sebuah studi dari Harvard University, hampir 89.000 wanita yang memiliki risiko terhadap kanker usus besar dapat menurunkan risikohingga lebih dari 52 persen setelah mengonsumsi makanan yang mengandung folat meski hanya 200 mikrogram per hari.

Anda bisa mendapatkan sekitar 100 sampai 150 mikrogram folat hanya dengan mengonsumsi secangkir buncis atau bayam. Satu buah jeruk ukuran sedang juga dapat menawarkan folat hingga 50 mikrogram.

Anda juga dapat mengambil multivitamin setiap hari, minum jus jeruk, atau mengonsumsi sayuran hijau gelap dan kacang-kacangan, seperti kacang merah, kacang hitam, dan kacang polong.

2. Susu
Susu tidak hanya dapat memberikan manfaat untuk tulang yang kuat, tetapi juga dapat melindungi Anda dari kanker usus besar. Berdasarkan data terhadap lebih dari setengah juta orang menunjukkan bahwa orang yang minum susu setidaknya satu gelas dalam sehari, dapat menurunkan risiko kanker usus besar hingga 15 persen.

Pilihlah susu yang rendah lemak agar dapat mendapatkan manfaat sehat susu tanpa khawatir akan mengalami penambahan berat badan.

3. Sayuran
Sayuran seperti brokoli, kembang kol, kubis, kangkung, dan lobak adalah sayuran yang ampuh mencegah kanker karena mengandung berbagai senyawa yang dapt menjinakkan zat penyebab kanker sebelum zat tersebut menyebabkan kerusakan sel DNA.

4. Makanan yang tinggi serat
Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat hingga lebih dari 15 gram serat setiap hari. Serat dapat mengontrol kecepatan makanan ketika melewati sistem pencernaan dan menjaga kesehatan usus besar.

Menurut data dari European Prospective Investigation of Cancer and Nutrition (EPIC), orang yang kekurangan serat lebih mungkin mengembangkan kanker usus hingga 40 persen. Mengambil serat alami dari buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan juga terbukti lebih aman daripada mengambil suplemen serat.

5. Kunyit
Pigmen kuning alami dalam kunyit yang disebut dengan curcumin, dianggap sebagai obat anti kanker yang terbukti ampuh. Curcumin bersifat anti-inflamasi yang dapat meredakan peradangan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tumor.

Kunyit juga membantu mengeluarkan karsinogen dalam tubuh sebelum merusak sel DNA dan membantu memperbaiki kerusakan yang telah dilakukan. Penelitian di laboratorium menunjukkan rempah-rempah ini juga membantu menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker.

Tambahkan kunyit sebagai bumbu masakan Anda untuk mendapatkan manfaat sehat pencegah kanker usus besar.

6. Ikan dan ayam
Menurut penelitian yang dilakukan EPIC, mengonsumsi 300 gram atau 10 ons ikan setiap minggu dapat menurunkan risiko kanker usus sebesar 30 persen dibandingkan dengan orang yang makan ikan kurang dari sekali dalam seminggu.

Ikan adalah pilihan makanan yang lebih sehat daripada daging. Jika Anda memilih ikan berlemak seperti salmon atau makarel, Anda juga dapat memperoleh asam lemak omega-3 yang lebih banyak untuk mengurangi peradangan dalam usus.

Jika Anda tidak suka makan ikan, ayam dapat menjadi alternatif lain dengan manfaat yang sama. Studi menunjukkan bahwa ayam tidak aktif mempromosikan kanker usus besar, tidak seperti daging merah.

7. Bawang merah dan bawang putih
Bawang merah dan putih mengandung sulfida yang membantu membersihkan karsinogen dan mencegah pertumbuhan sel-sel kanker karena sifat antioksidannya.

Berdasarkan sebuah studi, wanita yang mengonsumsi 1-2 siung bawang putih per minggu memiliki risiko 32 persen lebih rendah terkena kanker usus besar dibandingkan dengan wanita yang jarang makan bawang putih. Tambahkan bawang merah dan bawang putih ke dalam masakan Anda untuk mendapatkan manfaat sehatnya terhadap usus.

8. Teh hitam dan teh hijau
Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa senyawa dalam teh membantu menonaktifkan agen penyebab kanker. Senyawa tersebut juga dapat menghalangi pertumbuhan sel kanker.

Orang yang minum teh dua cangkir atau lebih setiap hari memiliki penurunan risiko kanker usus besar hingga 30 persen daripada orang yang jarang minum teh. Teh hijau dan teh hitam mengandung senyawa antioksidan, yang disebut catechin yang mampu melawan radikal bebas penyebab kanker usus besar.

Rabu, 26 September 2012

Pepaya Hilangkan Racun di Tubuh dan Antikanker

Pepaya Hilangkan Racun di Tubuh dan Antikanker

Tanaman pepaya telah dikenal orang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Tak hanya daun dan bunganya, tapi juga buahnya. Apa sesungguhnya manfaat buah pepaya? Berikut kegunaan buah rendah kalori namun bergizi ini bagi kehidupan manusia, seperti ditulis Times of India.

Pepaya merupakan buah rendah kalori bergizi tinggi. Pepaya adalah pilihan tepat bagi mereka yang sedang melakukan diet. Bahkan buah ini merupakan salah satu solusi detoksifikasi terbesar, karena setelah diolah dapat membantu menyingkirkan racun tubuh. Mereka yang menderita sembelit dan gangguan pencernaan, juga dapat mengandalkan pepaya sebagai solusinya. 

Buah yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antikanker ini, ternyata juga bermanfaat bagi para penderita osteoporosis, arthritis, dan edema jika dikonsumsi secara teratur. Nah, jika Anda mengalami masalah pertumbuhan rambut atau ketombe, pepaya juga dapat diandalkan menjadi solusinya. 

Tak hanya daging buahnya yang dapat dimanfaatkan bagi kesehatan Anda. Bagian luar kulit pepaya juga dapat digunakan untuk membantu penyembuhan kulit yang terluka. 

Tanaman pepaya atau dalam bahasa Latin disebut Carica Papaya, konon berasal dari Meksiko dan kawasan selatan serta utara Amerika Latin. Tanaman pepaya kemudian menyebar luas ke berbagai kawasan daerah tropis di seluruh dunia. Sebutan pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja". Di tanah Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, buah pepaya sering disebut "gandul" atau "kates". Sementara di tanah Sunda, buah pepaya biasa disebut "gedang"


sumber: health.liputan6.com


Penelitian Terbaru Beri Petunjuk Pengobatan Kanker Payudara





Penelitian terbaru dalam jurnal online “Nature” mengungkapkan, satu dari empat jenis kanker payudara mempunyai persamaan molekul dengan kanker ovarian.

Hasil ini memberi harapan pada para dokter bahwa mereka kelak dapat menemukan obat kanker payudara, penyebab nomor satu kematian akibat kanker di kalangan wanita.

Melalui riset ini, dokter akan mencoba memecahkan pertanyaan. Apakah kanker payudara dapat diatasi dengan obat kanker ovarian? Penelitian lebih lanjut masih harus dilakukan. 

Organisasi Kesehatan Dunia mencatat, kanker payudara telah membunuh sekitar 450 ribu orang tiap tahun.

Senin, 10 September 2012

Manfaat Mahkota Dewa


Tumbuhan dengan nama ilmiah Phaleria macrocarpa di kenal juga dengan nama simalakama (Melayu/Sumater), Makuto Dewo (Jawa). Tanaman ini berasal dari Papua dan sudah terkenal berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit, seperti: Diabetes Mellitus, Kanker dan Tumor, Hepatitis, Rematik dan Asam urat

1. Diabetes Mellitus 
Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Ambil 5-6 buah mahkota dewa, iris dan cuci bersih.
- Rebus bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, minum 3 kali sehari (masing-masing 1 gelas)

2. Kanker dan Tumor
Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Campur 5 gram daging buah mahkota dewa kering dengan 15 gr temu putih, 10 gr sambiloto kering dan 15 gr cakar ayam kering, cuci bersih semua bahan
- Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas. Ramuan diminum 1 jam sebelum makan

3. Hepatitis
Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Campur 5 gram daging buah mahkota dewa kering dengan 15 gr pegagan, 10 gr sambiloto kering dan 15 gr daun dewa, cuci bersih semua bahan
- Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

4. Rematik dan Asam urat
Pengobatan: Minum air rebusan
Cara membuat: - Campur 5 gram daging buah mahkota dewa dengan 15 gr akar sidaguri, 10 gr sambiloto kering, cuci bersih semua bahan
- Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
- Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas. Ramuan diminum 1 jam sebelum makan

Sabtu, 08 September 2012

Tip Menjaga Kesehatan Payudara



Menjaga dan memelihara kesehatan payudara penting diketahui bagi wanita sehingga kanker payudara tidak perlu menjadi momok menakutkan.
Kanker payudara salah satu jenis kanker yang paling banyak mengakibatkan kematian pada wanita karena itu menjadi tanggung jawab setiap wanita menyadari semua hal seputar kesehatan payudara.
Berikut beberapa tips memelihara kesehatan payudara dengan makan makanan yang tepat sebagai salah satu cara mengurangi resiko tumbuhnya kanker tersebut:

Rumput Laut
Jepang merupakan salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan kanker payudara rendah. Ini terkait pola makan yang terbiasa mengkonsumsi rumput laut. Rumput laut terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan dimana menurut penelitian Harvard School of Public Health menemukan tikus yang diberi makan kelp (satu jenis rumput laut) memiliki kanker payudara lebih rendah dibanding tikus yang tidak makan kelp. Karena itu cobalah konsumsi rumput-rumput laut seperti kelp atau nori atau alga hijau seperti spirulina dan chlorella (3 gram) setiap hari.

Kurangi makanan berlemak
Pola makan yang tinggi lemak hewani dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Menurut para ahli, pola makan kaya lemak dapat menghasilkan zat kimia dalam usus yang ketika berhubungan dengan bakteri akan merubahnya menjadi estrogen sebagai penyebab kanker. Etsrogen ini kemudian disimpan dalam jaringan lemak payudara sehingga membuat sel dalam area ini lebih mungkin tumbuh menjadi kanker. Dengan membatasi konsumsi lemak sehari-hari sampai kira-kira 20 persen dari seluruh konsumsi kalori, anda berarti telah mengurangi peluang tumbuhnya kanker payudara.

Tingkatkan konsumsi serat
Konsumsi buah-buahan dan sayuran penting untuk mencegah kanker payudara. Serat yang terkandung dalam makanan seperti buncis, seluruh jenis gandum, buah-buahan dan sayuran dapat mempengaruhi metabolisme estrogen dalam tubuh dan menurunkan estrogen dalam darah.

Makan banyak sayuran
Makan banyak sayuran seperti brokoli, kubis brussel, kol, bok choy, sayuran hijau seperti kangkung dan bayam, kembang kol dan lobak cina baik bagi kesehatan payudara karena mengandung komponen sulfur yang disebut indoles. Indoles sebenarnya membantu mengurangi estrogen dari tubuh dan mencegahnya tumbuh menjadi kanker payudara. Hanya sayuran jenis ini diketahui dapat merubah estrogen dalam tubuh dan mencegahnya dari kanker payudara.

Ikan
Penelitian menujukan makan sedikitnya tiga porsi ikan laut setiap minggu seperti tuna, salmon, makarel, dan sarden dapat membantu mencegah kanker payudara. Minyak Omega 3 yang biasanya ditemukan dalam ikan ini dapat membantu memperkuat sistem kekebalan dan menghalangi pengaruh tumor yang menyebabkan kanker. Mungkin pendapat terbaik mengenai hal ini adalah penemuan di Amerika Utara dimana wanita Eskimo yang makan minyak Omega 3 berasal dari ikan sama sekali tidak memiliki kanker payudara.
Produk kedelai
Beberapa ilmuwan yakin makan produk kedelai dapat melindungi terhadap hormon penyebab tumor. Kacang kedelai dan produk kedelai lainnya mengandung genistein, sebuah estrogen alami yang mengikat pada reseptor dalam payudara sehingga tidak mungkin tumbuhnya kanker. Tetapi tidak semua produk kedelai memiliki manfaat yang sama seperti tofu, miso dan tempeh. Susu kedelai mengandung sedikit genistein tetapi mengandung bahan pengawet buatan.

Olahraga secara teratur
Penelitian dimana wanita melakukan olahraga aerobik selama 3,8 jam atau lebih per minggu sedikit kemungkinan memiliki kanker payudara dibanding mereka yang tidak pernah berolahraga sama sekali. Termasuk mereka yang bertahan dalam 5 sampai 6 kilo dari berat badan ideal merupakan cara mencegah kanker payudara karena obesitas memiliki korelasi dengan resiko kanker payudara. Kelebihan lemak dalam tubuh menghasilkan estogen yang kemudian di simpan dalam jaringan payudara sehingga memicu tumbuhnya sel kanker.


sumber : http://doktersehat.com/tips-menjaga-kesehatan-payudara

Kanker



Kanker atau disebut juga dengan tumor ganas adalah penyakit dimana terjadi pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal dengan cepat dan tidak terkendali serta terus menyerang jaringan tubuh sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan darah atau jaringan limfatik (metastasis) serta menyerang organ-organ penting yang pada akhirnya sering menyebabkan kematian.
Kanker dapat menyebabkan beberapa gejala yang berbeda bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Untuk memastikan keberadaan kanker biasanya dilakukan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi.  Perawatan kanker biasanya dilakukan dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Terkena Kanker pada Tubuh Kita ?
Biasanya, sel di dalam tubuh kita hanya akan melakukan pembelahan diri apabila ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Tetapi pada kasus sel kanker, sel tersebut akan terus membelah meskipun tubuh tidak memerlukannya yang membuat terjadi penumpukan sel baru yang penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan yang ada sehingga pada akhirnya mengganggu organ yang ditempatinya.

Dimana kanker dapat ditemukan?
Kanker dapat ditemukan di hampir semua jaringan dalam organ tubuh manusia, mulai dari kaki sampai kepala. Apabila kanker terjadi di permukaan tubuh yang kelihatan sering mudah diketahui pada tahap awal dan diobati segera tetapi kanker yang terjadi di dalam tubuh sering terlambat ditangani yang membuat khususnya apabila tidak menunjukkan gejala apapun. Apabila kanker ketahuan pada stadium lanjut biasanya akan sangat terlambat untuk diobati

Apa penyebab kanker?
Penyebab utama kanker dikatakan dari hal yang paling sepele yang sering tidak kita sadari antara lain mulai dari pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang olahraga, merokok, dan pola makan yang tak sehat.

Jenis Kanker

KEPALA
Kanker Mata
Kanker Hidung
Kanker Mulut
Kenker Telinga
Kanker Otak
Kanker Lidah

TUBUH
Kanker Payudara
Kanker Kulit
Kanker Darah
Kanker Limpa (getah bening)

TULANG
Kanker Tulang Belakang
Kanker Tulang Kaki
Kanker Tulang (umum)
Kanker Tengkorak

PENCERNAAN
Kanker Kerongkongan
Kanker Lambung
Kanker Usus
Kanker Hati
Kanker Anus
Kanker Saluran Empedu
Kanker Pankreas
Kanker Ginjal

PERNAPASAN
Kanker Paru-Paru
Kanker Tenggorokan

REPRODUKSI
Kanker Serviks (kanker leher rahim)
Kanker Prostat
Kanker Vagina
Kanker Penis
Kanker Testis/ Buah Zakar

sumber: http://doktersehat.com

Kamis, 06 September 2012

Kanker Paru Makin Banyak Diderita Bukan Perokok


Jumlah pasien kanker paru yang bukan perokok terus meningkat. Di Perancis saja diperkirakan terjadi peningkatan 11,9 persen kasus kanker paru pada bukan perokok di tahun 2010. 

Sementara jumlah wanita yang terkena kanker paru naik dari 16 persen di tahun 2000 menjadi 24,4 persen di tahun 2010. Demikian menurut data yang dilakukan tim dari French College of General Hospital Respiratory Physicians.

Pada kelompok wanita yang pernah merokok, angka kejadian kanker paru dalam 10 tahun terakhir diperkirakan mencapai 65 persen. Yang menarik, jumlah kasus kanker paru pada pria perokok menurun meskipun jumlah pada bukan perokok meningkat.

Selain peningkatan kasus pada wanita dan bukan perokok, penelitian juga mengungkapkan bahawa kasus kanker paru makin sering ditemukan pada stadium lanjut. Tipe kanker paru yang ditemukan juga berubah.

Menurut Dr.Chrystele Locher, peneliti, peningkatan kasus kanker paru pada bukan perokok mungkin dipicu oleh memburuknya lingkungan,misalnya akibat asap buangan dari mesin disel industri. Sebelumnya WHO menggolongkan asap diesel sebagai karsinogen.

Penelitian sebelumnya yang dipresentasikan dalam konferensi American Association for Cancer Research menyebutkan, kanker paru pada perokok dan bukan perokok berbeda. Pada bukan perokok ditemukan perubahan DNA dua kali lebih banyak dari perokok. 

Di Indonesia sendiri, penyakit pernapasan menjadi 10 besar penyebab kesakitan. Jumlah perempuan perokok juga terus bertambah. Kementrian Kesehatan mencatat, perokok perempuan baru sebesar 1,7 persen di tahun 1995 dan kini meningkat menjadi 5,06 persen di tahun 2007
Sumber : Live Sience

Kanker Payudara



Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.

Selain itu, kanker payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Penyakit ini oleh Word Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 17.

Gejala kanker payudara - Pengobatan kanker payudara tanpa operasi
Gejala klinis kanker payudara dapat berupa:

Benjolan pada payudara

Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.

Erosi atau eksema puting susu

Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d’orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. Ciri-ciri lainnya antara lain:


  • Pendarahan pada puting susu.
  • Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul apabila tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang.
  • Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh (Handoyo, 1990).


Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut:


  • terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara);
  • adanya nodul satelit pada kulit payudara;
  • kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa;
  • terdapat model parasternal;
  • terdapat nodul supraklavikula;
  • adanya edema lengan;
  • adanya metastase jauh;
  • serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.
Keluarnya cairan (Nipple discharge)

Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari puting susu secara spontan dan tidak normal. Cairan yang keluar disebut normal apabila terjadi pada wanita yang hamil, menyusui dan pemakai pil kontrasepsi. Seorang wanita harus waspada apabila dari puting susu keluar cairan berdarah cairan encer dengan warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa harus memijit puting susu, berlangsung terus menerus, hanya pada satu payudara (unilateral), dan cairan selain air susu.

(kanker payudara, sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_payudara)

Rabu, 05 September 2012

Nutrisi yang Dibutuhkan Penderita Kanker



Selain mengkonsumsi obat-obatan medis, di bawah ini disebutkan beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh penderita kanker, antara lain sebagai berikut:
  1. Beta karotein
    Sebagai sumber anti kanker yang bisa Anda dapatkan pada wortel, kailan, peterseli, dan bayam.
  2. Vitamin C
    Sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas, yang bisa Anda dapatkan pada kol, peterseli, paprika hijau, dan brokoli.
  3. Vitamin E
    Sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas, bisa Anda dapatkan pada bayam, asparagus, dan wortel.
  4. Selenium
    Sebagai antioksidan untuk melindungi sel dan meningkatkan kekebalan tubuh mencegah berkembangnya kanker, bisa Anda dapatkan pada lobak, bawang putih, dan jeruk.
  5. Kalsium, kalium, dan kromium
    Berfungsi untuk mencegah berkembangnya kanker. Kalsium bisa Anda dapatkan pada lobak, kailan, peterseli, dan selada air. Kalium bisa Anda dapatkan pada bayam dan bawang putih. Sedangkan pada kromium bisa Anda dapatkan pada paprika hijau, bayam, kentang, dan apel.

Kanker Serviks



Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh.  Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Perawatan termasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadium akhir penyakit.
Salah satu jejak serangan virus HPV adalah kutil. Kutil merupakan bintil-bintil di kulit yang bentuknya menggelembung seperti bunga kol. Virus HPV ini sendiri banyak macamnya (lebih dari 100 macam) yang masing-masing diberi nomor untuk membedakan jenis yang satu dengan yang lainnya. 60 jenis di antaranya menyebabkan kutil-kutil kulit yang tidak berbahaya. Sisanya merupakan HPV tipe mukosal, yaitu hanya menyerang selaput-selaput lendir seperti yang terdapat pada mulut kerongkongan, ujung penis, vagina leher rahim, dan dubur. Tipe mukosal disebut juga HPV genital, karena yang paling sering diserang adalah area kelamin. Ada yang menimbulkan kutil di vagina atau penis, yang lazim disebut dengan penyakit "jengger ayam", yaitu HPV tipe 6 dan 11, tetapi ini tidak akan menjadi kanker.
Yang dapat menyebabkan kanker adalah HPV genital tipe 16, 18, 31, 35, 39, 45, 51, 52, dan 58. Lebih dari 70% kanker leher rahim disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Selain menyebabkan kanker leher rahim, HPV juga dapat menyebabkan kanker anus, vagina, vulva, penis, bahkan kanker kerongkongan.
Virus ini menular terutama melalui hubungan seks, termasuk anal sex, oral sex, dan hand sex. Sebagian besar di antaranya terinfeksi pada umur 15-30 tahun, yakni dalam kurun waktu empat tahun setelah melakukan hubungan seks yang pertama. Orang yang terinfeksi HPV genital biasanya tidak tahu dia terinfeksi, karena infeksi ini tidak menimbulkan gejala sama sekali (kecuali yang menimbulkan "jengger ayam"), dan sistem kekebalan tubuh segera menyerang supaya virus ini mati atau lemah - sehingga tidak aktif.
Sampai sekarang, infeksi human papilloma virus belum dapat diobati, tetapi sistem pertahanan tubuh yang baik dapat menyembuhkan 90% di antaranya dalam waktu 2 tahun.  Sisanya tetap aktif, atau ada tetapi tidak aktif. Virus yang tidak aktif ini masih dapat menular ke orang lain, sewaktu-waktu aktif lagi (kalau daya tahan tubuh menurun), atau mengubah sel leher rahim menjadi sel pra kanker, yang bertahun-tahun kemudian dapat menjadi kanker.
Pencegahan
Cara terbaik untuk mencegah infeksi human papilloma virus (juga untuk mencegah serangan segala macam virus lainnya) adalah dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar dengan pola hidup seimbang: cegah stres, hindari polusi, konsumsi makanan bergizi dan seimbang, cukup olahraga, cukup istirahat.
Selain itu, pencegahan virus HPV dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun. Sebaiknya vaksinasi diberikan kepada para gadis yang belum pernah melakukan aktivitas seksual. Orang yang sudah pernah melakukan aktivitas seksual kemungkinan besar sudah pernah terinfeksi HPV. Jika yang menginfeksinya bukan virus tipe 6, 11, 16, dan 18, maka vaksinasi ini masih ada gunanya.
Selain dengan program skrinning dan pemberian vak
info-sehat.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India