Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT DISFUNGSI EREKSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT DISFUNGSI EREKSI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2012

Penderita Diabetes & Kolesterol Tinggi Rentan Impotensi




DI masa muda, tidak ada pria yang khawatir terhadap bagaimana timbulnya ereksi. Dia langsung mengalami ereksi dan tidak pernah khawatir penisnya akan mengecewakannya. Tapi, ereksi adalah kejadian fisiologis yang rumit dan banyak hal bisa berlangsung dengan tidak semestinya.

Ketika Anda tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi, itulah yang dinamakan impotensi. Jangan panik, ini seringkali terjadi. Walaupun kenyataannya, satu dari 10 pria berusia 21 tahun ke atas mengalami impotensi, hanya sedikit pria yang mengetahui bagaimana terjadinya. Demikian diungkapkan pakar parenting dr. Miriam Stoppard dalam bukunya berjudul Panduan Kesehatan Keluarga.

Ada dua jenis impotensi (disfungsi ereksi), yaitu disfungsi ereksi primer dan disfungsi ereksi sekunder. Disfungsi ereksi primer terjadi sejak awal, yang berarti sejak awal penderita tidak mampu mencapai dan mempertahankan ereksi penis yang cukup, sehingga tidak mampu melakukan sanggama dengan baik.

Penderita disfungsi ereksi sekunder pada awalnya dapat mencapai ereksi penis yang cukup dan dapat melakukan senggama dengan baik. Tapi karena sesuatu kemudian terjadi gangguan, sehingga tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan sanggama.

Hubungan antara disfungsi ereksi dengan ketidaksuburan pria (infertilitas pria) sendiri terletak pada tiga faktor. Pertama, kesulitan dalam mendepositkan air mani (semen) yang mengandung sperma ke dalam liang vagina istri. Kedua, biasanya frekuensi hubungan intim pria yang mengalami impotensi jauh berkurang.

“Yang ketiga, pada kasus-kasus hipogonadotropik atau hipogonadisme dapat menyebabkan terganggunya produksi sperma (spermatogenesis) yang diketahui ketika dilakukan pemeriksaan laboratorium sperma terjadi penurunan kuantitas sperma,” tutur  dr. Anton Darsono Wongso, MM, MH, SpAnd, Spesialis Andrologi RS Awal Bros Tangerang yang ditemui Okezone secara eksklusif, belum lama ini.

Dikatakan dr. Anton, disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh faktor psikis (psikogenik) atau fisik. Faktor psikis yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi meliputi semua faktor dalam semua periode kehidupan, yaitu periode anak-anak, remaja, dan dewasa. Hal itu antara lain:
-  Faktor perkembangan, misalnya dominasi orangtua, konflik orangtua-anak, trauma masa kecil, dan pengalaman seksual pertama kali.
-  Faktor afektif, misalnya kecemasan, rasa bersalah, takut hamil
-  Faktor antar personal, misalnya komunikasi tidak baik, kejenuhan, hilangnya daya tarik fisik
-  Faktor kognitif, misalnya informasi yang salah (mitos).
-  Faktor lain-lain, misalnya ejakulasi dini dan penyimpangan seksual (deviasi seksual).

”Sementara secara fisik, disfungsi ereksi bisa terjadi karena adanya gangguan anatomik, gangguan jantung, dan sistem pernafasan, gangguan ginjal, gangguan hormon, gangguan saraf, gangguan pembuluh darah, dan gangguan darah,” urai dr. Anton.

Beberapa contoh penyakit yang dapat mengakibatkan disfungsi ereksi ialah penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang dapat merusak saraf dan pembuluh darah penis, kolesterol tinggi, gangguan pembuluh darah, misalnya karena merokok dan menurunnya kadar hormon androgen.

Di samping itu, terdapat beberapa macam obat dan operasi yang dapat juga menyebabkan disfungsi ereksi, misalnya alkohol yang berlebihan, beberapa obat tekanan darah tinggi, hormon estrogen, beberapa obat penenang, operasi prostat, dan penis.

sumber : health.okezone.com

Semangka adalah Viagra Alami.


PASANGAN Anda mengalami masalah disfungsi ereksi? Jika ya, sertakan buah spesial ini, karena khasiatnya bekerja bagaikan viagra.

Viagra atau obat kuat kerap menjadi andalan bagi pria yang mengalami disfungsi ereksi. Namun, ada cara yang lebih alami untuk mendapatkan khasiat viagra.

Dia adalah buah semangka! Ya, mungkin belum banyak yang tahu bahwa buah yang menyegarkan ini bermanfaat baik bagi kesehatan seksual.

Peneliti di Texas A & M University menemukan bahwa semangka memiliki efek sama seperti Viagra. Ilmuwan menemukan berbagai bahan di dalam semangka yang secara kolektif merangsang pembuluh darah dan dapat meningkatkan libido.

Semangka mengandung berbagai nutrisi seperti beta karoten dan fitonutrien seperti lycopene dan citrulline. Peneliti menemukan, citrulline  melemaskan pembuluh darah dengan cara yang sama dengan viagra.

"Citrulline dari semangka akan dikonversi menjadi arginin di dalam tubuh. Argini akan meningkatkan nitrat oksida, yang merenggangkan pembuluh darah, efek dasar yang sama dengan apa yang dilakukan viagra. Ini bermanfaat untuk mengobati disfungsi ereksi juga bahkan mencegahnya," Kata Dr Bhimu Patil, salah seorang peneliti, sebagaimana dilansir Care2, Senin (16/7/2012).

Selain semangka, ada banyak sumber citrulline lain, seperti almond, melon, buncis, kakao, ketimun, dark chocolate, kacang tanah, daging merah, salmon, kedelai, dan kenari. Namun, kadar l-arginin di dalamnya tidak sebesar yang dikandung semangka.

"Semangka mungkin tidak sespesifik merangsang organ seperti viagra, tetapi itu cara yang bagus untuk merelaksasi pembuluh darah tanpa efek samping obat," imbuh Patil

sumber : okehealth.com

Sabtu, 22 September 2012

3 Cara Yang Mudah dan Aman Atasi Ejakulasi Dini


Ejakulasi dini tidak selalu harus diatasi dengan obat-obatan, apalagi tidak ada obat yang tidak memiliki efek samping. Daripada harus menanggung efek samping yang tidak diharapkan, lebih baik atasi dengan cara-cara yang lebih alamiah.

Sebenarnya tidak ada batasan waktu yang pasti untuk menentukan seberapa cepat seorang akan mencapai orgasme yang pada laki-laki ditandai dengan ejakulasi. Satu-satunya yang menjadi parokan adalah, sebaiknya ejakulasi terjadi setelah masing-masing pasangan sudah terpuaskan.

Namun berbagai kondisi kadang membuat laki-laki tidak bisa tahan lama saat berhubungan seks, baru sebentar saja langsung ejakulasi. Selain membuat pasangannya tidak terpuaskan, kondisi ini sering membuat laki-lakinya sendiri merasa minder dan terbebani.

Ada banyak terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, mulai dari senam kegel hingga minum ramuan dan obat-obatan. Tidak semuanya aman, ramuan dan obat-obatan misalnya, kadang memiliki efek samping yang tidak sebanding dengan manfaat yang didapatkan.

Beberapa cara yang bebas efek samping namun terbukti ampuh mengatasi ejakulasi dini, terutama yang belum terlalu parah antara lain sebagai berikut seperti dikutip dari Menshealth.com, Minggu (16/9/2012).

1. Teknik berhenti mendadak
Saat mendekati ejakulasi, hentikan semua gerakan dan kalau perlu keluarkan lalu jauhkan Mr P dari Ms V. begitu gairah seks mulai menurun, ulangi lagi rangsangan dari awal. Lakukan teknik ini sebanyak beberapa kali sampai kedua pasangan merasa terpuaskan.

2. Teknik meremas
Begitu merasa sudah mendekati ejakulasi, keluarkan Mr P lalu pegang dan remas bagian pangkal kepalanya. Tekanan pada uretra atau saluran kencing akan menahan respons ejakulasi. Sama seperti teknik berhenti mendadak, teknik meremas juga akan menurunkan gairah seks untuk kemudian diulangi lagi dari awal.

3. Pakailah kondom
Ketika ada lapisan lateks yang menutupi Mr P, maka kontak fisik dengan dinding Ms V akan berkurang dan sensitivitasnya menurun. Sensitivitas yang menurun berarti rangsangan yang didapat juga berkurang, sehingga diharapkan tidak cepat mencapai ejakulasi.
Pakai 2 sekaligus jika perlu, atau pakai 1 tetapi sebelum pakai kondom alat vital dilapisi plastik, cari plastik yang tipis dan lembut.

Jangan mengandalkan obat kimia, karena berbahaya bagi kesehatan anda, semoga bermanfaat.

sumber : http://www.indivanews.com

Jumat, 21 September 2012

Herbal : Menyembuhkan Impotensi


Berikut saya berikan resep tradisional untuk menyembuhkan impotensi

Bahan
2 butir telur ayam kampung
5 gr kunyit
10 gr madu murni
10 gr adas
10 gr bawang putih
20 gr merica
25 gr pulosari

Caranya
Bawang putih, adas, merica dan pulosari ditumbuk hingga halus, kemudian jadikan satu
Bubuhkan air panas secukupnya
Setelah bahan tersebut dingin campurkan kuning telur dan madu, aduklah hingga rata
Minum 2 jam setelah makan malam
Lakukan secara teratur agar perubahan semakin terlihat dan andapun cepat sembuh.

Hindari makanan yang banyak mengandung garam bila Anda tak ingin impotensi. Makanan tersebut dapat meningkatkan tekanan darah yang kemudian dapat menyebabkan penyakit jantung. Selain itu, garam juga mengurangi aliran darah ke organ yang pada gilirannya dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Selamat mencoba semoga berhasil.

Sekilas tentang impotensi

Penyebab Munculnya Impotensi


IMPOTENSI atau Disfungsi ereksi merupakan mimpi buruk bagi lelaki, bahkan kaum wanita sekalipun. Walaupun hal ini tidak terjadi pada setiap lelaki. Namun ini menjadi masalah umum, setidaknya mereka pernah mengalami disfungsi ereksi sekali seumur hidupnya.
Banyak faktor atau penyebab impotensi pada lelaki, diantaranya penyebab lelaki impotensi adalah karena faktor usia. Selain itu, obat-obatan dan merokok juga merupakan penyebab impotensi. Adapun definisi impotensi atau disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk memulai dan mempertahankan ereksi.

Ketidakmampuan seorang lelaki untuk mencapai atau mempertahankan ereksi, terutama dalam melakukan aktifitas seksual ini biasanya disebabkan oleh kondisi mental yang sedang tertekan.  Berikut ini beberapa penyebab impotensi:

- Faktor psikis
Stres entah karena fisik atau psikis mampu melelahkan mental dan menghambat kerja neurotransmitter, sehingga tidak terjadi rileksasi otot polos. Akibatnya, ereksi terganggu.

- Penyakit infeksi
Infeksi kronis seperti TBC, HIV, hepatitis mengakibatkan kemunduran kerja neurotransmitter dan penurunan kadar estrogen yang kemudian menimbulkan turunnya libido.

- Usia
Lelaki usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Ini adalah masa di mana produksi testosteron berkurang.

- Obat-obatan
Obat perangsang, narkotika, dan beberapa obat penurun tekanan darah dapat mengganggu kemampuan ereksi.

- Merokok
Banyak penyakit yang diakibatkan karena merokok, selain dapat memicu kanker paru, merokok juga menyempitkan pembuluh darah.

- Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf, termasuk pembuluh darah ke daerah reproduksi. Inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ereksi.

- Hipertensi
Tekanan darah tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sehingga lama kelamaan lumen pembuluh akan menyempit. Kejadian ini tidak hanya di bagian pembuluh jantung atau otak, melainkan juga di bagian genital. Akibatnya, aliran darah ke genital berkurang. Gangguan ereksi pun sangat mungkin terjadi.

- Kadar kolesterol tinggi
Kolesterol yang terus-menerus tertimbun dalam pembuluh darah menyebabkan mengerasnya dan menyempitnya pembuluh darah. Penyempitan pada penis menyebabkan terjadinya kesulitan ereksi.

- Gangguan saraf
Parkinson, kencing manis, stroke, dapat menyebabkan menurunnya fungsi saraf. Akibatnya, aktivitas neurotransmitter berkurang dan menurunkan rangsang saraf. Terjadilah gangguan ereksi.

- Trauma
Trauma yang langsung mengenai daerah kemaluan akan merusak korpus kavernosum, saraf, dan pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan gangguan ereksi.




Rabu, 12 September 2012

Apakah Anda Berisiko Ejakulasi Dini ?, Cek di Sini!



Ada sebagian pria yang terkadang sulit mengalami ereksi ketika akan berhubungan intim. Jika problem ini tidak terlalu sering menimpa Anda, sebaiknya tak perlu dicemaskan dulu. Akan tetapi, bila "kegagalan" itu dirasakan sudah mencapai  lebih dari 50 persen tanpa mempedulikan faktor usia, besar kemunginan Anda memang membutuhkan penanganan khusus.

Untuk mengetahui apakah Anda berisiko mengalami masalah disfungsi ereksi (ED) berikut ada beberapa poin penting yang dapat menjadi acuan. Untuk memudahkannya, ikutilah kuis singkat di bawah ini :

 1. Apakah Anda kelebihan berat badan?
 2. Apakah Anda mengidap salah satu dari jenis masalah kesehatan di bawah ini?
 * Diabetes
 * Kolesterol
 * Depresi
 * Aterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah)
 * Penyakit Ginjal

 3. Apakah Anda :
* Merokok
* Minum  Alkohol
* Menggunakan obat terlarang atau narkoba

4. Seberapa sering Anda berolahraga ?
* Setiap hari
* Sekali atau dua kali seminggu
* Sekitar dua kali sebulan
* Saya tak pernah melakukannya

5. Seberapa sering Anda mengalami stress?
* Hampir sepanjang waktu
* Kadang-kadang
* Sangat jarang

Jawaban:
1. Jika Anda kelebihan berat badan, kegemukan atau obesitas, Anda memang cenderung berisiko lebih besar mengalami disfungsi ereksi.
2. Penyebab umum dari kasus disfungsi ereksi adalah penyakit syaraf, kondisi psikologis dan jenis penyakit yang mempengaruhi aliran darah dalam tubuh.  Pengunaan  beberapa obat resep atau obat-obat bebas juga dapat mempengaruhi timbulnya ED dengan cara merusak keseimbangan hormon pria, sistem syaraf dan sirkulasi darah .
3. Tembakau , alkohol dan narkoba semuanya dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke bagian penis yang pada akhirnya menyebabkan ED
4. Semakin rajin Anda melakukan olahraga rutin, risiko Anda mengalami ED akan makin berkurang.
5. Stres dan kecemasan adalah penyebab kasus ED yag bersifat sementara. Jika problem kejiwaannya sudah normal, maka problem ED tentu akan lebih mudah disembuhkan.

Perlu ditanyakan kepada dokter Anda* Apakah problem ereksi yang saya alami disebabkan oleh penyakit yang saya derita?
* Apakah obat-obatan yang digunakan selama ini bisa menjadi penyebab atau membuat kondisi disfungsi ereksi makin parah?
*Apakan stres atau masalah kejiwaan menjadi penyebab kesulitan ereksi yang sama alami?
*Jenis pengobatan apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi ED?

Fakta dan Mitos* Salah satu informasi yang salah tentang disfungsi ereksi adalah anggapan bahwa ED adalah kondisi yang tidak dapat dihindarkan karena faktor usia. ED adalah kelainan atau kondisi yang tak normal pada pria di usia berapapun. Seseorang juga tidak bisa dikatakan normal jika mengalami ED hanya karena  usianya semakin tua .

*Mitos lainnya soal ED adalah mengenakan pakaian dalam ketat dapat menyebabkan impotensi. Meskipun kondisi fisik dan psikologis dapat menjadi timbulnya ED, pakaian dalam ketat tidak bisa dijadikan kambing hitam atas menurunnya kemampuan ereksi Anda. Namun  begitu, pakaian dalam ketat bisa manjadi faktor yang mempengaruhi kualitas sperma Anda.

* ED dapat diatasi dengan obat-obatan oral, terapi seksual, suntikan penis dan teknik operasi seperti implan penis.

Intercavernous injection therapy adalah sebuah teknik pengobatan dengan cara menyuntikan langsung  ke bagian penis untuk mengatasi ED.

Intraurethral therapy adalah teknik pengobatan  suppositori dengan cara memasukkan obat ke dalam saluran kencing bawah (uretra) untuk mengatasi ED.

* Jika Anda mengalami ED, orang yang ahli menangani masalah ini adalah dokter spesialis urologi. Dokter ini dapat membantu mengatasi masalah-masalah sistem saluran urin pada pria maupun wanita dan problem organ seks pria.
sumber: kompas.com

Kamis, 06 September 2012

Disfungsi Ereksi dan Penyembuhannya




GANGGUAN seksual (disfungsi seksual) yang dialami kaum pria selain ejakulasi dini (Edi)adalah disfungsi ereksi (DE). Pada dasarnya, pria yang DE tidak mampu mendapatkan dan mempertahankan ereksi untuk aktivitas seksual memuaskan. Di mana proses-proses aktivitas seks terjadi dari naiknya libido, mengalami ereksi, kemudian ejakulasi dan terakhir merasakan orgasme.
Menurut Dr Herdinan Bernard Purba, SpRM, seksolog dari RSCM, definisi ereksi melibatkan pembuluh darah di penis dan sistem syaraf. Penis terdiri atas dua struktur yang bermula pada bagian dalam pelvis dan mengalir sejajar satu sama lain sampai mencapai ujung-ujung penis.
Struktur-struktur tersebut terdiri atas jaringan spongiosa yang mengandung banyak pembuluh darah dan menciut. Sehingga menyebabkan aliran darah masuk dan penis keluar secara seimbang.
Menurutnya, penyebab utama DE karena faktor kejiwaan. Artinya, disfungsi seksual ini banyak dipengaruhi karena faktor stres mental dan fisik.
“Salah satu penyebabnya karena kesibukan dalam pekerjaan sehingga tidak memberi kepuasan kepada pasangan. Atau karena capek fisik dan menderita psikis. Jadi, syarat utama supaya tidak DE harus sehat mental dan fisik. Dengan demikian hubungan seksual bisa dilakukan optimal,” ungkapnya.
Tak hanya itu saja, peluang DE meningkat seiring dengan bertambahnya umur. DE juga bisa merupakan salah satu gejala dari berbagai penyakit seperti diabetes, penyakit-penyakit kardiovaskular, hiperlipidemia dan hipertensi. DE juga bisa terjadi sebagai dampak dari terapi obat, operasi besar, atau radioterapi.
Diperkirakan pada 1995, terdapat lebih dari 152 juta pria di seluruh dunia yang menderita DE. Proyeksi pada 2025 menunjukkan prevalensi sekira 322 juta pria, artinya akan terjadi penambahan sebanyak 170 juta penderita DE dalam kurun waktu 30 tahun.
Karena dapat memengaruhi kepuasan seksual, lanjut pria berjanggut ini, maka mereka yang mengalami DE harus secepatnya disembuhkan. Bila dibiarkan, perasaan takut, mider, stres, bahkan merasa dikucilkan selalu menghantui. Dampak DE terhadap fisik spiritual penderita adalah menurunnya bangkitan seks (sex arousal), berkurangnya gairah seks serta memperparah tingkatan DE, kemudian memengaruhi gangguan fungsi seksual lain.
“Disfungsi ereksi sering dihubungkan dengan munculnya rasa depresi, hilang rasa percaya diri, persepsi diri yang buruk serta meningkatnya rasa gelisah atau ketegangan dengan pasangan seksual. Untuk mengetahui DE, harus mengetahui penyebab utamanya atau akar masalahnya terlebih dahulu,” terang pria bertubuh tinggi besar ini.
Saat ini, DE sudah dikenal oleh kalangan luas sebagai sebuah “masalah bersama” pasangan karena pasangan si penderita pun merasakan dampak yang sama besarnya. Karena itu, berkonsultasi dengan para ahli agar dapat diketahui penyebab utamanya akan membantu proses penyembuhan.
“Tiba-tiba pasangan tidak mampu untuk memuaskan kita. Karena ereksinya tidak keras, terbersit pikiran apakah kita tidak menarik atau kita tidak bisa membawa dia ke suasana yang baik? Saya selalu menyarankan meski yang disfungsi ereksi adalah pasangan pria, pasangannya harus berkonsultasi juga,” jelas Zoya Dianaesthika Jusung, M. Psi, psikolog dari IPPSI.
Kasus disfungsi ereksi, ditambahkan oleh Herdinan, dapat diobati dengan berbagai cara. Keberhasilan pengobatan DE dapat ditandai dengan perbaikan pada fungsi ereksi dan fungsi seksual yang kemudian akan menghasilkan perubahan positif pada hubungan emosional maupun seksual dengan pasangan.
“Salah satu upaya pengobatan pada pria penderita DE ialah terapi oral yang telah ditemukan pada tahun 1990-an. Oral seks yang dilakukan dengan pasangan dapat menjadi bagian dari foreplay atau afterplay dan variasi dalam beraktivitas seks. Namun, dalam penerapannya kembali lagi pada kesepakan pasangan masing-masing dan memiliki dasar saling suka,” bebernya.
Selain itu, penghambat PDE5 (Phosphodiesterase-5) merupakan golongan obat vasoaktif yang secara khusus dikembangkan untuk pengobatan DE. Mekanisme kerja obat ini adalah dengan aktif menghambat enzim PDE5 yang menyebabkan naiknya kadar clynic guanosine monophostate (cGMP) hingga menimbulkan relaksasi pada otot polos di penis.
“Saat ini, telah dikembangkan pula metode penyembuhan baru untuk kasus DE yaitu Erection Hardness Score (EHS). Metode ini merupakan pengukuran tingkat kekerasan ereksi yang dapat dilakukan sendiri dengan menggunakan empat skala pengukuran yang sederhana,” tukasnya.
Jadi jangan takut, DE adalah penyakit yang bisa disembuhkan.
Sumber : okezone.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India