Rabu, 26 September 2012

USG Wajib Dilakukan di Usia Kehamilan 20 Minggu




Kehamilan merupakan masa yang paling membahagiakan sekaligus mendebarkan karena calon ibu biasanya khawatir dengan keadaan calon bayi. Pemeriksaan menggunakan alat ultrasonografi (USG) merupakan cara untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi yang idealnya dilakukan 3 kali selama masa kehamilan.

Menurut spesialis kebidanan dan kandungan dr.Judi Januadi Endjun, Sp.OG dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta, pada kehamilan yang normal, pemeriksaan USG memang tidak perlu terlalu sering. Sebaiknya dilakukan di usia kehamilan 10, 20 dan 30 minggu. Namun pemeriksaan USG wajib dilakukan di usia kehamilan antara 20-22 minggu.

"Di usia kehamilan 20 minggu dilakukan untuk mendeteksi kelainan bawaan yang kebanyakan terbanyak di usia itu," katanya dalam acara peluncuran produk alat ultrasonografi genggam di Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Melalui pemeriksaan USG, seorang dokter akan melihat posisi bayi, cairan ketuban, mengukur berat dan panjang bayi, perkiraan kelahiran, detak jantung, hingga mengetahui letak plasenta.

Selain mengetahui kesehatan bayi, menurut Judi, pemeriksaan USG juga bisa meningkatkan bonding antara ibu dan bayi. "Lewat gambar USG calon ibu bisa mengintip bayinya sehingga timbul ikatan dan rasa cinta," katanya.

Untuk mendapatkan analisa yang tepat dari pemeriksaan USG, sebaiknya USG dilakukan oleh dokter yang menguasai. Dengan demikian, pemeriksaan tersebut bisa menjadi pedoman tata laksana pasien.

sumber : health.kompas.com

Kehamilan Ideal Usia 20-35 Tahun



Kehamilan paling ideal bagi seorang wanita adalah saat usianya berada pada rentang 20-35 tahun. Wanita yang hamil pada usia di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun memiliki risiko tinggi seperti perceraian, kematian pada anak, dan abortus spontan.

Pakar obstetri dan ginekologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof.Dr.dr Biran Affandi, Sp.OG yang juga Ketua Asia Pasific Council on Contraception (APCOC), mengatakan ibu yang hamil pada usia dibawah 20 tahun memiliki mental dan kondisi emosional belum siap.

"Angka perceraian paling tinggi, begitu juga kematian anak karena ibunya masih di bawah usia 20 tahun. Secara emosional mereka belum siap," ujarnya dalam acara konferensi pers bertajuk  "Hari Kontrasepsi Dunia dan 25 Tahun KB Mandiri", di Jakarta, Rabu (26/9/2012).

Begitu juga pada wanita hamil yang berusia di atas 35 tahun. Menurut Biran, pada usia ini, bibit kesuburan wanita akan menurun. Akibatnya, ketika mereka hamil akan timbul kelainan pada janin dan menyebabkan abortus spontan. Kemungkinan aborsi pada wanita hamil usia di atas 35 tahun sebesar 40 persen.

"Kehamilan paling ideal di usia 20-35 tahun. Di rentang usia tersebut, jika jarak kelahiran anak 2-4 tahun maka butuh alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan," katanya.
Terkait ketersediaan alat kontrasepsi, Biran mengusulkan sistemnya seperti kafetaria. Masyarakat dibebaskan memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dirinya. Misalnya saja, seorang wanita dengan menstruasi cukup banyak sebaiknya tidak memilih IUD. Karena dengan IUD, menstruasi wanita tersebut semakin banyak.
Apabila seorang wanita memiliki tekanan darah tinggi, sebaiknya tidak memilih pil KB karena memberi efek samping pada tekanan darahnya. Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Harni Koesno menambahkan, aneka macam alat kontrasepsi baik itu IUD, pil KB, suntik, dan lainnya efektif menunda kehamilan. Setiap pasangan suami istri yang hendak KB perlu mengenali kontraindikasi dalam diri lalu mengonsultasikannya dengan dokter atau bidan.
"Dalam konseling, bidan menggunakan panduan Alat Bantu Pengambil Keputusan (ABPK) yang membantu pasangan dalam memilih alat kontrasepsi terbaik," ujarnya

sumber: http://www.indivanews.com

10 Makanan Kaya Kalium Selain Pisang



Dibanding minuman olahraga, buah pisang dianggap sebagai penghasil energi alami dalam dunia kebugaran. Sebuah studi penelitian mendukung anggapan ini, dimana daya tahan pesepeda lebih berlimpah ketika ia mengonsumsi pisang ketimbang minum minuman olahraga.
Satu buah pisang berukuran sedang memiliki kandungan 442 miligram kalium. Sekitar 11 persen dari 4.700 miligram pisang harus dikonsumsi untuk mendapatkan tenaga ekstra. Namun, pisang bukanlah elektrolit satu-satunya. Menurut Angela Ginn, RD, LDN, CDE, juru bicara Akademi Nutrisi dan Diet, kalium seperti pada buah berwarna kuning ini bisa ditemukan pada buah dan sayuran lainnya. Bahkan, beberapa sumber ini memiliki sumber kalium yang akan mengejutkan Anda.

Apa saja sumber makanan kaya kalium selain pisang?

1. Kentang

Kentang berukuran medium memiliki kandungan kalium sekitar 542 miligram dan mendorong antioksidan beta karoten.

2. Kacang

Beberapa varietas kacang kaya serat dan protein. Satu cangkir kacang putih kaya kalium sebesar 1.189 miligram. Satu cangkir kacang kapri memiliki 707 miligram kalium. Satu cangkir kacang kedelai memiliki kandungan kalium 970 miligram.

3. Kurma

Setiap butir buah kurma memiliki kandungan kalium sebesar 167 miligram. Buah kering yang kaya serat ini mampu mengalahkan kalium pada pisang.

4. Yogurt

226 gram yogurt rendah lemak memiliki kandungan kalium sebesar 531 miligram. Namun, waspadalah saat mengonsumsi yogurt dengan paduan buah di dalamnya. Pastikan buah tersebut tidak kaya gula.

5. Alpukat

Satu buah alpukat mengandung lebih dari dua kali kandungan kalium pada pisang. Yakni sebanyak 975 miligram.

6. Saus tomat

Secangkir saus tomat berisi 800 miligram kalium. Namun, perlu dipastikan saus tersebut tanpa tambahan sodium dan gula.

7. Ikan

sekitar 85 gram ikan halibut dalam kemasan memiliki kalium sebanyak 449 miligram. Makanan laut yang baik selain halibut adalah salmon dan kerang.

8. Aprikot kering

Aprikot kering kaya kandungan kalium sebesar 257 miligram per porsi seperempat cangkir.

9. Melon

Seporsi melon yang segar kaya kalium sebesar 358 miligram. Untuk kandungan yang setara dengan pisang maka satu buah melon bisa dikonsumsi.

10. Pepaya

Buah berwarna cerah ini memiliki kandungan kalium 264 miligram untuk potongan sekitar 2,5 sentimeter.
Setelah melihat uraian tersebut di atas, kini sumber kalium sebagai asupan saat berolahraga lebih bervariasi. Selamat mencoba!

sumber :kompas.com

Kafein bisa Hilangkan Rasa Sakit




Banyak dokter menjelaskan bahaya dan manfaat kopi bagi kesehatan. Argumen lain yang mendukung pernyataan buat mereka yang tak bisa hidup tanpa kopi disampaikan oleh spesialis dari University of Oslo. Menurut mereka, dosis kafein di pagi hari dapat bertindak sebagai penghilang rasa sakit.

Mereka melakukan penelitian yang melibatkan 48 pekerja kantoran. Mereka diberi tugas, seperti melakukan pekerjaan rutin untuk bekerja satu setengah jam, dan duduk di depan komputer. Mereka tidak diizinkan berdiri. Secara periodik, dokter menanyakan pada mereka apakah merasakan rasa sakit akibat aktivitas statis.

Sebanyak 40 persen partisipan sebelumnya mengonsumsi kopi, dan 60 persen lainnya tidak. Grup kedua merasa sangat tidak nyaman, terutama pada bagian punggung. Sedangkan grup yang mengonsumsi kopi sama sekali tak mengeluhkan rasa sakit statis.

Berdasarkan itu, dokter membuktikan, kafein bisa bertindak sebagai penghilang rasa sakit ketika tubuh menderita ketetangan otot.

sumber: metronews.com

Menunda Menopause, Coba Ini!




MENOPAUSE pasti terjadi dalam kehidupan wanita. Sebagian besar perempuan mengalami menopause awal pada usia menjelang 40 tahun. Yang jadi masalah jika datang terlalu dini. Banyak efek samping bagi kesehatan. Apalagi ini menjadi akhir kehidupan reproduksi Anda. Namun ada cara alami untuk menunda terjadinya menopause.


Coba tips yang lansir dari Boldsky ini:

1. Olahraga secara teratur
Sebagian besar kasus menopause awal terjadi karena masa ovulasi yang tidak tepat. Masalah pada ovulasi biasanya terjadi bila Anda memiliki tubuh yang tidak sehat.

Berolahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga tubuh Anda supaya terhindar dari racun, yang dapat mempercepat proses penuaan.

2. Setop merokok
Kebiasaan merokok menghambat sirkulasi darah dalam tubuh, termasuk yang mengalir ke rahim dan ovarium. Bila darah tidak mengalir dengan lancar ke rahim dan ovarium, menstruasi Anda pasti akan terganggu.

3. Banyak mengkonsumsi makanan antioksidan

Mengkonsumsi makanan antioksidan menghindari penuaan dini. Makanan seperti buah, minyak zaitun, brokoli, paprika.

4. Makan makanan mengandung fitoestrogen
Konsumsi makanan ini tepat sebelum memasuki masa menopause. Pada masa tersebut, kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita telah menurun.

Jadi jika tubuh tidak memproduksi estrogen yang cukup, Anda harus mendorong produksi estrogen melalui makanan yang kaya akan fitoestrogen. Produk kedelai dan biji-bijian seperti gandum dan gandum hitam menjadi sumber fitoestrogen yang terbaik. Silakan mencoba


Operasi Batriatrik Solusi untuk Penderita Diabetes




DIABETES dan kegemukan nyatanya saling terkait. Dalam banyak penelitian disebutkan, bahwa semakin berat badan seseorang maka semakin besar risiko terkena diabetes.

Sebuah penelitian yang dilakukan sejumlah dokter di Swedian dan telah dipublikasikan di New England Journal of Medicine mengungkapkan, bahwa operasi pengurangan berat tubuh ternyata bisa mengurangi resiko diabetes. Penelitian tersebut melibatkan 1.658 pasien, yang pernah menjalani operasi batriatrik, sejenis operasi pengencangan perut. Peneliti kemudian membandingkannya dengan 1.771 penderita obesitas yang hanya menggunakan metode lain untuk mengobati penyakit mereka.

Pada awal penelitian, tidak satu pun dari pasien yang menderita diabetes. Tetapi setelah hampir 10 tahun, penelitian yang dipimpin oleh Dokter Lars Sjostrom dari Sahlgrenska University Hospital di Gothenburg, Swedia, ternyata hanya 110 orang penderita diabetes yang pernah menjalani operasi. Sementara 392 pasien lainnya yang tidak menjalani operasi akhirnya menderita diabetes.

Para peneliti kemudian menyimpulkan, bahwa operasi terhadap obesitas bisa mengurangi resiko diabetes hingga 78 persen. Sementara dalam riset lain yang dilakukan Mitchell Roslin, seorang pakar operasi bariatrik pada Lenox Hill Hospital di New York, AS, menyatakan tidak sepakat dengan Jacobs. Menurutnya, jika hanya itu pilihan yang tersedia maka para petugas medis harus menerima resiko. Biayanya yang harus dikeluarkan memang sangat mahal. 

WHO Temukan Virus Mirip SARS

WHO Temukan Virus Mirip SARS


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum lama ini menemukan virus baru. Mereka menduga virus itu mirip dengan salah satu penyebab epidemi SARS (sindrom pernapasan akut parah) yang terjadi sembilan tahun yang lalu. Organisasi tersebut pun mengeluarkan peringatan agar masyarakat waspada terhadap penularan virus tersebut.

Seperti dilansir laman NHK, Senin (24/9), otoritas kesehatan Inggris memberitahu WHO bahwa seorang pria berusia 49 tahun dari Qatar terinfeksi dengan virus jenis baru itu. Pria tersebut dilaporkan mengalami demam dan gangguan pernapasan pada awal September silam, setelah bepergian dari Arab Saudi.

Kemudian ia dirawat di unit perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Doha, dan akhirnya diterbangkan ke London pada 11 September lalu untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Meski demikian, WHO tidak berencana memberlakukan larangan perjalanan terhadap negara-negara yang pernah dikunjungi pria tersebut.

Wabah SARS sebelumnya telah menewaskan lebih dari 770 orang, terutama di Cina dan bagian lain di Asia

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India